Bab 151 Terdesak! Kaisar Turun Tangan Sendiri!
Pertahanan Oxnard terdiri dari dua lapis, namun rancangan yang dibuat oleh Li Mengyang sangatlah cerdik. Garis pertahanan ini tidak dibuat menghadap langsung ke arah datangnya musuh secara tegak lurus, melainkan dibuat secara menyerong.
Artinya, benteng pertahanan membentang mengikuti kontur Pegunungan Nevada dengan kemiringan mendekati sudut 45 derajat. Tentu saja, parit-parit pertahanan tersebut berbentuk melengkung, tidak hanya terdiri dari satu garis tunggal, melainkan berlapis-lapis. Setiap lini pertahanan dibagi setidaknya menjadi tiga tingkat. Cara seperti ini sangat menguntungkan baik untuk melancarkan tembakan maupun dalam hal pertahanan.
Perlu diketahui bahwa di sebelah barat pertahanan terbentang lautan luas, dan pertahanan kita sama sekali tidak perlu menutup jalur tersebut, melainkan menyisakan jarak tertentu. Meskipun sepintas jalur itu tampak bisa dilalui, jika Anda benar-benar berpikir demikian, maka Anda salah besar. Sebab, siapa pun yang mencoba lewat di sana pasti akan disapu oleh terjangan tembakan gencar dari arah samping.
Harus diakui, rancangan pertahanan semacam ini—mulai dari parit, persenjataan, hingga berbagai aspek lainnya—sudah mencapai tingkat kesempurnaan tertinggi di era ini. Dalam hal taktik dan strategi, sama sekali tidak ada lagi yang bisa diharapkan lebih dari ini. Pertahanan ini seharusnya sangat sempurna, namun orang-orang di dalam benteng ini...
"Bidik! Tembak!"
"Ah, tidak sanggup lagi! Lari!"
"Keparat! Kembali kalian!"
Mai Youli sendiri terjun langsung ke garis depan, memimpin jalannya pertempuran di lini terdepan dari pertahanan lapis pertama. Namun, setelah melepaskan beberapa tembakan di awal, para prajurit Tionghoa di benteng ini tidak mampu bertahan lagi. Mereka kocar-kacir melarikan diri ke belakang!
Bagaimana tidak, orang-orang Barat yang menunggang kuda-kuda tinggi besar itu sedang menyerbu kemari!
Para prajurit Tionghoa ini masih belum mampu mengatasi ketakutan di dalam hati mereka, meskipun saat ini mereka berada di dalam benteng pertahanan paling modern dan memegang senjata paling canggih di tangan mereka!
"Jangan lari! Jangan ada yang lari, sialan!" Mai Youli sangat murka. Sebelumnya di hadapan Yang Mulia Mengyang, ia telah bersumpah dengan dada membusur. Namun, ia sama sekali tidak menyangka bahwa musuh bahkan belum benar-benar tiba, tetapi pasukannya sendiri sudah lebih dulu runtuh. Pertanggungjawaban apa yang harus ia berikan nanti?
"Mundur sekarang! Mumpung masih sempat!" Chamberlain juga berada di garis paling depan. Inilah bentuk kesadaran seorang perwira di era tersebut.
Harus dipahami bahwa di dalam tubuh militer Eropa pada masa ini, seorang perwira diwajibkan untuk berada di depan para prajuritnya agar dapat menjalankan peran sejati seorang pemimpin.
"Sialan! Brengsek! Benar-benar brengsek!" Mai Youli merasa sangat tidak rela. Namun, garis pertahanan pertama telah runtuh sepenuhnya; jika ia tidak segera mundur, nyawanya sendiri akan melayang di sana.
Prang! Prang!
Meskipun pasukan sementara California itu tidak lebih dari sekumpulan gerombolan liar, namun ketika pasukan berkuda mereka menyerbu maju, suasananya tetap terasa sangat luar biasa menggentarkan hingga membuat tanah bergetar hebat!
"Ha! Bantai habis kera-kera kulit kuning itu!" Sersan Curtis langsung bersemangat begitu melihat lini pertahanan musuh runtuh.
"Yaha!"
"Uwahahaha..."
Pasukan Amerika asal California ini dulunya sebagian besar adalah para penjahat. Salah satu target utama mereka sebelumnya adalah orang-orang Tionghoa, karena orang-orang berkulit kuning itu dianggap mudah untuk dirampok dan memiliki banyak harta. Dan kini, mereka tinggal mengulangi perbuatan lama mereka saja!
Dorr! Dorr! Dorr! Dorr!
Dalam sekejap, laju pasukan California menjadi tak terhentikan!
...
Kekacauan telah terjadi!
Dari balik teropongnya, Li Mengyang dapat melihat dengan jelas kondisi di lini pertahanan pertama. Ia menyaksikan sendiri keruntuhan di benteng paling depan, yang kemudian merembet dan memberikan dampak buruk pada garis pertahanan kedua. Para saudara sebangsanya sedang mundur menuju benteng pertahanan ketiga, sementara sepanjang jalan tentu saja dipenuhi oleh banyak jenazah yang bergelimpangan!
Jujur saja, situasi seperti sekarang ini sudah diprediksi oleh Li Mengyang.
Ya, jika tidak, untuk apa ia repot-repot membuat dua lapis pertahanan seperti itu? Dan mengapa ia secara khusus menempatkan kekuatan utama Tentara Revolusioner di garis pertahanan kedua?
Sangat jelas, penempatan itu memang dimaksudkan untuk berfungsi gencar sebagai pasukan pengawas garis belakang atau regu eksekusi internal!
Li Mengyang tidak menyangkal hal tersebut, dan ia juga sangat paham bahwa cara seperti ini tampak agak kejam bagi saudara sebangsanya sendiri. Bagaimanapun juga, orang-orang ini adalah prajurit baru yang belum berpengalaman. Namun demi meraih kemenangan, ia tidak bisa memedulikan semua itu!
Kini, tatkala pertahanan lapis pertama berada di ambang kehancuran total, maka peran regu pengawas itu...
Perintah ini, apakah harus dikeluarkan atau tidak?!
Li Mengyang kembali dilanda pergulatan batin yang hebat. Meskipun sebelum datang ke California ia terusmenerus mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak bersikap lunak bagaikan wanita, tetapi pada saat ini, ia tetap ragu dan bimbang!
Kelemahan saudara sebangsanya, kebodohan mereka, serta segala hal yang mereka tunjukkan... akar masalah dari semua ini sebenarnya bukanlah berasal dari diri mereka sendiri!
Li Mengyang sangat menyadari hal tersebut. Oleh karena itu, sebagai sesama manusia, perintah ini sungguh terasa sangat berat untuk ia keluarkan.
Tepat pada saat genting itu, sebuah perubahan mendadak terjadi di lini pertahanan pertama!
"Kalian para bajingan! Keparat! Arghhh..."
Tak-tak-tak! Tak-tak-tak...
Bagikan orang yang telah hilang akal, Mai Youli merebut senapan mesin Gatling, lalu menembak secara membabi buta dengan tingkat kebengisan yang luar biasa. Arah tembakannya menyasar siapa saja secara tanpa pandang bulu, mengenai orang-orang Tionghoa maupun tentara Amerika asal California!
Benar, ia telah mengambil alih fungsi sebagai pasukan pengawas garis belakang dengan caranya sendiri: "Persetan dengan kalian semua!"
Arghhh!
Tentu saja, banyak nyawa seketika terenggut oleh terjangan peluru tersebut, namun tindakan itu juga berhasil menghentikan langkah mundur banyak orang!
"Saudara-saudara! Kita harus melawan musuh! Di belakang sana juga ada laras senapan yang siap mencabut nyawa kita!"
"Jangan ada lagi yang lari kocar-kacir! Kita pasti akan mati!"
"Mundur pun tetap mati! Lebih baik kita bertempur sampai titik darah penghabisan!"
Sungguh tidak disangka, begitu para prajurit Tionghoa tersebut melihat dan menyadari kenyataan pahit itu, mereka mengurungkan niat untuk mundur.
Kejadian ini membuktikan alasan mengapa regu pengawas garis belakang bisa bertahan begitu lama dalam sejarah militer—keberadaan sesuatu memang selalu memiliki alasan yang masuk akal!
Benteng ketiga pada garis pertahanan pertama akhirnya menunjukkan secercah harapan. Di sisi lain, pasukan Amerika asal California yang telah berhasil menerobos dua lapis benteng kini justru menjadi kacau balau, sebab struktur benteng tersebut berupa parit-parit perlindungan yang belum pernah mereka temui sebelumnya, membuat banyak penunggang kuda yang terjatuh.
"Maju! Maju! Jangan berhenti!" Curtis berteriak memberikan komando kepada pasukannya. Ia menyadari masalah yang sedang terjadi, namun saat ini mereka sama sekali tidak boleh berhenti.
Ihh-haaa!
Kuda-kuda meringkik keras sementara para penunggangnya berusaha keras mengendalikan tunggangan mereka. Mereka bersiap untuk kembali menyusun formasi penyerangan!
"Kesempatan emas!" Li Mengyang melihat pemandangan tersebut melalui teropongnya, dan ia langsung mengambil keputusan bulat!
Dalam pertempuran kali ini, kita bangsa Tionghoa mungkin akhirnya bisa bangkit berdiri!
Begitu pikiran itu terlintas, ia tidak buang waktu lagi. Li Mengyang langsung mengeluarkan perintah, "Sampaikan perintahku! Artileri hancurkan musuh dengan kekuatan penuh! Semua pasukan berkuda, ikuti aku!"
Mengikuti Yang Mulia?
Apa maksudnya ini?
"Yang Mulia! Apa yang hendak Anda lakukan?" Lister langsung panik seketika saat melihat Baginda Raja telah menaiki kuda.