Pembatalan Kontrak
Pukul setengah enam sore, Ye Bingjie datang ke asrama untuk mencari Lin Yuexi. Di bawah tatapan penuh arti dari Wang Bin dan yang lainnya, Lin Yuexi mengikuti Ye Bingjie keluar asrama.
Namun, begitu mereka melangkah keluar dari gedung asrama, sesosok tubuh tiba-tiba muncul di jalan setapak yang rindang di depan mereka.
Sepasang mata hitam yang menyerupai permata paling berkilau, kulit putih mulus yang tampak jernih di bawah cahaya senja, serta rambut hitam legam bak air terjun yang tergerai di kedua bahunya. Dia adalah seorang gadis yang seolah keluar dari dalam komik, dan yang lebih menarik perhatian adalah sosok gadis kecil yang sangat menggemaskan di dalam dekapannya.
"Paman..."
Waktu berputar kembali ke siang hari.
Saat Lin Yuexi kembali ke dimensi bumi, Gong Jinxi dan Xiaolu turut terkirim ke dimensi bumi.
Ibu dan anak itu terkirim ke Kota Rong. Setelah kepanikan awal mereka mereda, berdasarkan petunjuk dari sistem, keduanya mencari Universitas Rong. Alasan mereka baru tiba sekarang adalah karena Gong Jinxi tidak mengetahui letak Universitas Rong dan harus bertanya kepada orang-orang di sepanjang jalan sebelum akhirnya berhasil menemukannya dengan susah payah.
Lin Yuexi saat ini sudah terpaku di tempat. Sistem sama sekali tidak memberitahukannya bahwa Gong Jinxi beserta putrinya juga akan dikirim ke dimensi bumi.
Ye Bingjie juga merasa takjub dengan kecantikan ibu dan anak di hadapannya ini. Kemudian, ketika dia mendengar gadis kecil itu memanggil Lin Yuexi dengan sebutan paman sambil meronta-ronta di pelukan sang gadis seolah ingin menerjang ke arah Lin Yuexi, secara tidak sadar dia menoleh untuk melihat Lin Yuexi.
Gong Jinxi memandang Lin Yuexi, lalu beralih menatap Ye Bingjie, alis halusnya sedikit mengernyit. "Maaf, saya salah orang." Jelas sekali dia salah paham mengenai hubungan antara Lin Yuexi dan Ye Bingjie. Mengatakan hal itu tentu saja karena dia tidak ingin kehadirannya menimbulkan kesalahpahaman antara Lin Yuexi dan "pacarnya".
Xiaolu tentu saja tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran ibunya. Dia meronta dan berkata, "Ibu, kita tidak salah orang. Dia benar-benar Paman Lin Yuexi."
Lin Yuexi akhirnya sadar dari keterkejutannya, lalu buru-buru melangkah maju untuk menghentikan Gong Jinxi yang hendak beranjak pergi. "Jinxi, kenapa kalian bisa ada di sini?"
Setelah bertanya, dia teringat bahwa Ye Bingjie sedang berada di sisinya dan ada beberapa hal yang tidak boleh diketahui oleh gadis itu. Maka, dia berbalik kepada Ye Bingjie dan berkata, "Bingjie, sepertinya aku tidak bisa pergi menemui orang tuamu sekarang. Tolong sampaikan permintaan maafku kepada paman dan bibi."
Ye Bingjie menatap Gong Jinxi dan Xiaolu dengan perasaan curiga, tetapi melihat Lin Yuexi tampak tidak berniat memberikan penjelasan, dia pun berkata, "Baiklah kalau begitu, aku akan memberitahu orang tuaku."
Lin Yuexi berkata, "Terima kasih. Aku masih punya urusan yang harus diselesaikan sekarang, jadi aku pergi dulu." Sambil berkata demikian, Lin Yuexi menarik tangan Gong Jinxi dan bergegas pergi.
Di jalan jajanan dalam kampus, di dalam sebuah ruangan privat sebuah restoran, Xiaolu tampak tenggelam di atas meja dengan mulut kecil yang penuh dengan makanan. Sementara itu, Lin Yuexi berada di sampingnya, selalu waspada untuk memastikan si kecil tidak jatuh dari meja.
Pada saat ini, dia sudah mengetahui bahwa Gong Jinxi dan Xiaolu juga dikirim ke dimensi bumi oleh sistem. Jelas setelah ikatan kontrak terbentuk, Gong Jinxi dan Xiaolu mau tidak mau harus mengikutinya.
"Jinxi, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak tahu situasi seperti ini akan terjadi, sampai-sampai menyeretmu dan Xiaolu ke dunia ini juga," ucap Lin Yuexi penuh penyesalan.
Gong Jinxi menatap Xiaolu yang sedang lahap menikmati makanannya, lalu menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak ada yang perlu disesali. Selama aku bersama Xiaolu, berada di mana pun itu sama saja."
"Kalau begitu begini saja, aku akan mencarikan tempat tinggal untukmu dan Xiaolu terlebih dahulu, dan mulai sekarang aku yang akan bertanggung jawab merawat kalian," kata Lin Yuexi.
Namun, Gong Jinxi menggelengkan kepalanya dan bertanya, "Apakah kontrak itu bisa dibatalkan?" Sambil menatap Lin Yuexi.
Lin Yuexi tertegun sejenak. Dia benar-benar tidak pernah memikirkan apakah kontrak hewan peliharaan itu bisa dibatalkan. "Aku tidak tahu."
"Kalau begitu coba saja," kata Gong Jinxi.
Lin Yuexi membuka sistem hewan peliharaan, dan dia benar-benar mendapati ada opsi pembatalan kontrak di bagian belakang atribut karakter.
"Bisa. Kalau begitu akan kibatalkan kontraknya sekarang." Sambil berkata demikian, Lin Yuexi memilih opsi pembatalan kontrak. Seketika itu juga, bintik-bintik cahaya keemasan melayang keluar dari tubuh Gong Jinxi dan Xiaolu sebelum akhirnya memudar di udara. Di dalam sistem hewan peliharaan, kotak atribut milik Gong Jinxi dan Xiaolu pun telah lenyap.
Setelah kontrak dibatalkan, Gong Jinxi berdiri, mengangkat Xiaolu ke dalam gendongannya, dan berkata kepada Lin Yuexi, "Aku ingin membawa Xiaolu berjalan-jalan menikmati dunia ini, jadi kamu tidak perlu repot-repot mencarikan kami tempat tinggal."
"Huh? Kalian mau pergi?" Lin Yuexi terkejut. Dia tidak menyangka bahwa setelah kontrak dibatalkan, Gong Jinxi justru ingin pergi. Namun, sesaat kemudian dia berpikir, benar juga, wanita itu pada dasarnya adalah orang yang bebas, dan sekarang setelah kontrak dibatalkan, tentu saja dia berhak pergi sesuka hati.
"Ibu, kita mau pergi ke mana? Xiaolu tidak ingin meninggalkan Paman," ucap Xiaolu dengan suara pelan dan menggemaskan sambil mengulurkan kedua tangan ke arah Lin Yuexi.
Gong Jinxi berkata dengan lembut, "Xiaolu yang pintar, Paman memiliki kehidupannya sendiri, kita tidak boleh mengganggunya. Kalau tidak, pacar Paman akan memukul Xiaolu nanti."
Setelah mengucapkan kalimat itu, hati Gong Jinxi sendiri pun terasa begitu perih. Saat baru pertama kali tiba di dunia ini, dia merasa sangat bahagia karena mengira bisa bertemu kembali dengan Lin Yuexi. Namun, ketika melihat Lin Yuexi bersama dengan Ye Bingjie, ditambah lagi saat itu Lin Yuexi mengatakan hendak pergi menemui orang tua Ye Bingjie, dia sangat yakin bahwa Ye Bingjie adalah pacar Lin Yuexi, bahkan hubungan mereka telah sampai pada tahap menemui orang tua.
"Kenapa pacar Paman mau memukul Xiaolu? Xiaolu tidak suka pacar Paman," kata Xiaolu yang tentu saja tidak mengerti maksud ucapan ibunya.
Barulah pada saat itu Lin Yuexi mengerti bahwa ternyata Gong Jinxi mengkhawatirkan hal tersebut. Dia tersenyum pahit dan berkata, "Jinxi, kau salah paham. Dia bukan pacarku, aku dan dia hanya teman sekelas biasa."
"Kamu tidak perlu menjelaskan padaku. Sejujurnya, aku juga ingin melihat seperti apa sebenarnya dunia ini." Gong Jinxi tidak mempercayainya. Lagi pula, sejujurnya setelah melihat Ye Bingjie, dia semakin merasa bahwa dirinya tidak boleh lagi menaruh perasaan seperti itu kepada Lin Yuexi. Dia adalah seorang ibu tunggal, bagaimana mungkin dia bisa dibandingkan dengan gadis-gadis lain.
"Ini... Baiklah, tidak ada salahnya berjalan-jalan menjelajahi dunia kita. Kartu bank ini untukmu, di dalamnya ada sedikit uang, kata sandinya adalah ******." Sambil berbicara, Lin Yuexi menyerahkan sebuah kartu bank kepada Gong Jinxi. Kartu bank ini diberikan oleh Yuxi kepadanya tempo hari, dan dia sendiri tidak tahu berapa banyak uang yang tersimpan di dalamnya. Namun, melihat kondisi keluarga Yuxi saat ini, kartu bank yang diberikan sudah pasti berisi jumlah yang tidak sedikit.
Gong Jinxi tidak menolak pemberian itu. Bagaimanapun juga, di dunia mana pun, selama ada manusia, mata uang pasti selalu dibutuhkan.
"Aku akan mengembalikannya kepadamu suatu hari nanti." Gong Jinxi menerima kartu bank tersebut, lalu meninggalkan restoran sambil menggendong Xiaolu.
Tepat saat Lin Yuexi juga bersiap untuk pergi, Xiaolu tiba-tiba berlari kembali masuk seorang diri. Terlihat wajah si kecil basah oleh air mata, dan dia langsung menerjang masuk ke dalam pelukan Lin Yuexi.
Gong Jinxi menyusul berlari masuk dari luar. Melihat Xiaolu meringkuk di pelukan Lin Yuexi, dia berseru, "Xiaolu, bagaimana bisa kamu begitu tidak menurut?"
Sambil menahan tangis, Xiaolu berkata, "Ibu, Xiaolu benar-benar tidak ingin meninggalkan Paman. Bisakah kita tidak pergi?"
Mendengar hal itu, Lin Yuexi ikut membujuk, "Jinxi, bagaimana kalau kalian tidak usah pergi? Nanti kalau aku ada waktu, aku akan mengajak kalian jalan-jalan bersama."
Gong Jinxi tampak sedikit goyah, namun setelah teringat pada Ye Bingjie, dia akhirnya tetap melangkah maju, merengkuh Xiaolu yang sedang meronta-ronta ke dalam gendongannya, dan berkata, "Xiaolu, kalau kamu bersikap seperti ini terus, Ibu tidak akan mau lagi denganmu."
Mendengar ancaman itu, Xiaolu langsung tidak berani bergerak lagi. Dengan nada memelas dia memanggil, "Ibu..."
Gong Jinxi menghela napas dan berkata, "Ibu hanya ingin mengajak Xiaolu jalan-jalan. Nanti setelah beberapa waktu, kita akan kembali untuk mencari Paman, bagaimana?"
"Benarkah?" tanya Xiaolu dengan gembira.
"Tentu saja benar, mana mungkin Ibu berbohong kepada Xiaolu."
Lin Yuexi menyela, "Jinxi, kenapa kamu harus bersikeras pergi?"
Gong Jinxi tertegun sejenak, lalu berbisik pelan, "Karena aku takut jatuh cinta kepadamu." Setelah berkata demikian, tanpa menunggu Xiaolu mengucapkan selamat tinggal kepada Lin Yuexi, dia langsung mendekap Xiaolu dan berjalan pergi dengan cepat.
Lin Yuexi berdiri mematung bagaikan batu, sementara kalimat terakhir yang diucapkan Gong Jinxi sebelum pergi masih terus bergema di telinganya.