128. Kejutan yang Menyenangkan: Ramuan Modifikasi
Setelah keluar dari pintu, Lin Yuexi melihat ke sekeliling, lalu berjalan menuju rumah sakit jiwa Sistem Lintas Ruang-Waktu.
Tiba-tiba terdengar suara benda membelah udara dari atas. Lin Yuexi segera melompat menyamping.
Brak!
Ternyata sebuah pot bunga. Saat melihat pecahan pot di tanah, sebuah kilatan pemahaman melintas di benaknya. Bukankah adegan ini persis seperti yang terjadi dalam versi anime ketika tokoh utama, Bai Fei, keluar untuk menyelidiki? Bedanya, dalam anime pot bunga itu langsung menghantam kepala Bai Fei.
Lin Yuexi perlahan mendongakkan kepala. Benar saja, ia sudah tiba di bawah gedung rumah sakit jiwa.
“Hmph... Aku bahkan belum mencarimu, tetapi kau sudah lebih dulu mengusikku.”
Lin Yuexi mendengus dingin. Memang, dalam cerita aslinya, ilmuwan itu menjadi sangat kuat setelah menyuntik dirinya sendiri, tetapi Lin Yuexi sama sekali tidak menganggapnya serius.
Kalau begitu, aku akan menemuinya.
Dengan pikiran itu, Lin Yuexi berjalan menuju rumah sakit jiwa.
Ia tahu bahwa kamera pengawas terpasang di berbagai tempat. Setelah tiba di sebuah lokasi yang tidak terjangkau kamera, ia menggunakan Tujuh Puluh Dua Perubahan Dewa Bumi. Ini adalah kedua kalinya ia menggunakan teknik tersebut. Sebelumnya, karena penasaran, ia telah berhasil mengubah dirinya menjadi seekor kucing, tetapi perubahan itu hanya mampu bertahan sekitar sepuluh menit.
Kali ini ia berniat mengubah dirinya menjadi seekor nyamuk. Sepuluh menit sudah lebih dari cukup untuk terbang ke lantai lima.
Cahaya cemerlang berkelebat lalu lenyap. Lin Yuexi menghilang dari tempatnya dan berubah menjadi seekor nyamuk. Namun, nyamuk itu justru tergeletak di lantai. Karena belum terbiasa terbang, begitu berhasil berubah, ia langsung jatuh dengan bunyi gedebuk.
“Ya ampun, beri aku waktu untuk beradaptasi.”
Lin Yuexi mencoba terbang rendah dengan tubuh yang masih sempoyongan. Setelah terbiasa dengan tubuh barunya, ia segera terbang menuju lantai lima.
Bagaimanapun, ia hanyalah seekor nyamuk, sehingga kecepatannya tidak terlalu tinggi. Ia membutuhkan waktu sekitar lima atau enam menit sebelum akhirnya berhasil mencapai lantai lima.
Melalui jendela yang terbuka, Lin Yuexi dapat melihat dengan jelas apa yang ada di dalam ruangan. Seorang pria jangkung dan kurus yang mengenakan jas putih sedang berbicara kepada seorang wanita cantik yang terikat di lantai.
Jelas, pria itu adalah sang ilmuwan. Seluruh ruangan dipenuhi berbagai macam peralatan serta cairan-cairan yang tampak menjijikkan dan mengeluarkan bau busuk menyengat.
“Eh, kenapa aku malah merasa bau ini harum?”
Lin Yuexi tiba-tiba menyadari bahwa ia justru merasa nyaman mencium bau busuk tersebut. Mungkin karena kini ia telah berubah menjadi nyamuk.
“Dokter Xiaojia, aku bukan orang yang suka memaksakan kehendak.”
Ilmuwan itu berbicara dengan suara serak kepada wanita cantik yang terikat di lantai. Pada saat yang sama, ia berjongkok dan meraih seekor anjing pudel abu-abu.
Lin Yuexi tahu bahwa anjing pudel itu milik dokter Xiaojia. Dalam cerita aslinya, setelah disuntik dengan obat oleh pria tersebut, anjing pudel itu mengalami mutasi. Namun, meski berubah, ia tetap setia kepada Xiaojia.
“Namun, jika kau tidak menerima tawaranku, hewan kecil ini akan segera berubah menjadi anjing mayat.”
Pria itu terdiam sejenak, lalu menyeringai sinis kepada Xiaojia.
“Jarum suntik ini berisi obat terbaru yang berhasil kukembangkan. Selama kau bersedia menjadi wanitaku, aku tidak akan menyakitinya.”
Mendengar itu, Lin Yuexi menggelengkan kepala kuat-kuat. Sejujurnya, ia cukup mengagumi ilmuwan tersebut. Mampu mengembangkan obat untuk mengubah tubuh manusia melalui penelitian terhadap mayat hidup merupakan pencapaian luar biasa. Jika saja kewarasannya tidak terganggu, ia pasti seorang jenius besar.
Perkiraan waktu perubahannya hampir habis. Ini adalah lantai lima, dan Lin Yuexi tidak yakin akan tetap hidup jika jatuh dari ketinggian tersebut. Karena itu, ia segera terbang masuk.
Saat pria itu sedang mengancam Xiaojia, Lin Yuexi terbang ke belakangnya lalu segera mengakhiri perubahan. Setelah kembali ke wujud semula, ia menghantam bagian belakang kepala pria itu dengan tinjunya.
Pria itu belum sempat menyuntikkan obat, jadi bagaimana mungkin ia mampu menahan kekuatan Lin Yuexi?
Darah menyembur dari mulutnya, kedua matanya hampir tercongkel keluar, lalu tubuhnya terkulai ke lantai. Satu pukulan Lin Yuexi telah merenggut nyawanya.
Perubahan mendadak itu membuat Xiaojia yang berada di lantai tertegun. Setelah beberapa lama, ia baru menjerit kecil dan menatap Lin Yuexi dengan ketakutan.
Melihat wajah Xiaojia yang dipenuhi rasa takut, Lin Yuexi dapat memahaminya. Bagaimanapun, ia muncul secara tiba-tiba. Walaupun telah membunuh sang ilmuwan, cara kemunculannya tentu terasa lebih menakutkan bagi orang biasa daripada ilmuwan itu sendiri.
Dengan suara lembut, Lin Yuexi berkata, “Dokter Xiaojia, jangan takut. Aku manusia.”
Xiaojia tertegun, lalu bertanya, “Bagaimana kau tahu namaku Xiaojia?”
“Eh, aku mendengar pria itu memanggilmu demikian.”
Lin Yuexi berjalan menghampirinya. Ia berjongkok sambil membantu melepaskan tali yang mengikat Xiaojia, lalu berkata, “Kita harus segera meninggalkan tempat ini. Di bawah masih ada beberapa mayat hidup, dan aku juga memiliki rekan-rekan di luar.”
Xiaojia berdiri dari lantai, menggendong anjing pudel itu, lalu berkata kepada Lin Yuexi, “Terima kasih.”
“Tidak perlu berterima kasih. Kita semua manusia. Dalam keadaan seperti ini, sudah sewajarnya kita saling membantu.”
Saat berbicara, mata Lin Yuexi tertuju pada berbagai jarum suntik di atas meja. Jarum-jarum itu berisi obat, dan ia tahu bahwa semuanya merupakan barang berharga.
Ia segera menghampiri meja tersebut dan mengumpulkan semua jarum suntik berisi obat. Jumlahnya ada lima. Lin Yuexi tidak begitu memahami efek masing-masing obat. Ia hanya tahu bahwa dalam cerita aslinya, salah satu obat itu disuntikkan sang ilmuwan ke tangan Xiaojia dan membuatnya memperoleh kemampuan mengendalikan udara.
“Ting! Memperoleh obat modifikasi!”
Begitu selesai mengumpulkan jarum-jarum tersebut, Lin Yuexi mendengar suara pemberitahuan dari sistem. Setelah sempat tertegun, ia segera memeriksa sifat-sifat obat itu.
“Obat modifikasi nomor satu, satu buah: mampu memberi penggunanya kemampuan mengendalikan udara. Tingkat kendali ditentukan oleh atribut bawaan pengguna.”
“Obat modifikasi nomor dua, empat buah: meningkatkan tiga atribut fisik utama pengguna sebanyak seratus poin, menambah usia hidup seratus tahun, serta membuat tubuh menjadi sekeras baja dan kebal terhadap senjata tajam maupun senjata api. Efek sampingnya adalah tubuh pengguna mengalami mutasi, menumbuhkan mata ketiga, dan berubah menjadi mayat. Jika digunakan berulang kali, efeknya akan berkurang setengah setiap kali pemakaian.”
Dilihat dari kemampuan kedua jenis obat itu, jelas bahwa obat nomor dua jauh lebih kuat. Tambahan seratus poin pada tiga atribut fisik utama sudah setara dengan atribut seorang kultivator. Belum lagi tambahan usia hidup selama seratus tahun. Namun, efek sampingnya bukanlah sesuatu yang sanggup ditanggung orang biasa.
Lin Yuexi tentu tidak akan menggunakan obat nomor dua. Obat nomor satu masih layak dicoba. Namun, Xiaojia sedang berada di sana, sehingga ia tidak berani langsung menyuntikkannya. Kalau ia melakukannya, Xiaojia mungkin akan menganggapnya sebagai orang gila.
Karena itu, ia menyimpan kelima jarum suntik tersebut terlebih dahulu dan berencana menggunakannya saat tidak ada orang lain.
Melihat Lin Yuexi menyimpan jarum-jarum suntik aneh itu, Xiaojia mengernyitkan dahi dan bertanya, “Untuk apa kau membawa semua itu?”
Lin Yuexi tersenyum.
“Obat-obatan yang dikembangkan pria itu memang sangat mengerikan, tetapi tidak dapat disangkal bahwa ia adalah seorang jenius. Aku akan membawanya pulang untuk menelitinya. Mungkin saja aku bisa menemukan sesuatu yang berguna.”
Setelah mendengar penjelasannya, Xiaojia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Tak lama kemudian, mereka berdua meninggalkan lantai lima. Lin Yuexi tahu bahwa di setiap lantai bawah ada satu mayat hidup yang berjaga, tetapi ia sama sekali tidak menganggapnya sebagai masalah.
Benar saja, dalam perjalanan turun mereka bertemu dengan para pasien rumah sakit jiwa yang telah diubah menjadi mayat hidup oleh sang ilmuwan, sebagaimana digambarkan dalam cerita aslinya. Lin Yuexi dengan mudah menghabisi mereka satu per satu.
Di lantai dua, ia bahkan menemukan dua kapak pendek yang digunakan tokoh utama dalam cerita aslinya, tersimpan di dalam kotak pemadam kebakaran. Meskipun kedua kapak itu hanyalah senjata tajam biasa, memiliki senjata tetap lebih baik daripada bertarung dengan tangan kosong. Karena itu, Lin Yuexi membawanya serta.