Bab 147 Kesadaran Teritorial
Kejadian yang terjadi secara tiba-tiba ini bukan hanya di luar dugaan kami, tetapi juga membuat para rubah kuning tersebut panik. Sekumpulan rubah kuning itu menghentikan kekuatan gaib mereka dan mengerumuni Huang Cuihua sambil bersahut-sahutan seolah-olah mengkhawatirkan keselamatannya. Huang Cuihua menyeka darah di sudut mulutnya dengan cakar kecilnya, lalu ia berdiri dan menatap pohon cemara di kaki gunung seraya berkata, "Kedatangan kami kemari semata-mata untuk menyelamatkan kaum kami yang terancam bahaya, sama sekali tidak berniat menyinggung. Kami akan segera kembali ke Gunung Fenghuang." Catatan Penjahit Jenazah bab seratus empat puluh tujuh Kesadaran Teritorial sedang ditulis ulang, mohon tunggu sebentar. Setelah konten diperbarui, silakan muat ulang halaman untuk mendapatkan pembaruan terkini!