Perpisahan yang Membebaskan Bab Dua Belas
“Aku baru ingat setelah pulang tadi malam.”
Menyadari tak bisa menyembunyikan apa pun dari sahabatnya, Qi Ke pun mengaku dengan jujur.
“Tadi malam...” Gu Rongting masih ingin melanjutkan interogasinya, namun tatapannya tertuju pada beberapa bekas tinta di wajah Qi Ke.
Tak terlalu mencolok.
Lalu ia melihat lingkaran hitam di bawah mata Qi Ke.
“Apa yang kau lakukan semalam?” Gu Rongting mencoba mencari tahu rahasia di kamar itu.
“Tidak ada apa-apa.” Qi Ke segera mendorongnya keluar dari kamar. “Bukankah kau mau pergi? Masih mau di sini? Cepat pergi, cepat! Aku ingin istirahat sebentar, masih harus menemani orang tua juga.”
Begitu mendengar nama Kakek Gu, gerakan penolakan Gu Rongting langsung terhenti. Ia pun patuh melangkah melewati ambang pintu.
Namun, kedua tangannya masih menahan kusen pintu, membungkuk ke dalam kamar.
“Aku bilang padamu, jangan kira kau bisa lolos begitu saja. Malam ini aku bakal tanya lagi!”
Qi Ke akhirnya menutup pintu secara paksa.
Gu Rongting buru-buru menarik tangannya, cemberut, lalu melangkah pergi dengan langkah besar.
Pada akhirnya, Gu Rongting tak pernah mendapatkan kesempatan lagi untuk bertanya pada Qi Ke apa yang terjadi tadi malam.
Niatnya semula, ia ingin memanfaatkan waktu saat Li Zhiyan melakukan siaran langsung malam hari untuk bertanya pada Qi Ke. Namun... tiba-tiba saja Kakek Gu datang, bersikeras membawa Qi Ke bersamanya untuk memberi nasihat dan mengobrol panjang lebar.
Beberapa kali Gu Rongting hendak membuka mulut, tapi selalu terdiam begitu mendapat tatapan tajam dari sang kakek.
Saat malam makin larut dan Qi Ke hendak beristirahat, Gu Rongting semakin sulit mencari kesempatan.
Seiring waktu berlalu, Gu Rongting sendiri mulai merasa tak pantas terus-menerus menuntut jawaban soal itu.
Sementara itu, popularitas ruang siaran langsung Li Zhiyan kian meningkat.
Semua penyiar di Chuanxing Live tahu, hubungannya dengan bos besar Tao Yuanchuan sangat erat.
Ditambah lagi, tim yang dibentuk oleh Chuanxing Live juga membantu operasionalnya, dan sesekali ada penyiar ternama yang sengaja mengajaknya berkolaborasi demi menaikkan popularitas.
Isi siaran pagi hari cukup tetap, berkaitan dengan sulaman, sementara siaran siang hari lebih menonjolkan suasana kota tua.
Kota Tua Ning Le sendiri masih mempertahankan banyak ciri tradisional, tidak ramai wisatawan, dan kehidupan masyarakatnya terasa kental. Kota tua yang muncul di siaran tampak seperti surga tersembunyi.
Sedangkan siaran malam hari membahas berbagai hal: alat musik, catur, sastra, lukisan, barang antik, bahkan benda-benda bersejarah.
Qi Ke juga makin sering tampil sebagai bintang tamu di ruang siaran.
Video yang akhirnya diedit oleh tim menampilkan nuansa kehidupan yang begitu berbeda.
Di kota tua, sering tampak gadis-gadis berbaju tradisional, kadang menemani ibu-ibu penjahit tua menyulam, kadang bermain musik dan melukis di bawah jendela...
Seolah hidup di abad yang lain.
Banyak pula orang tua yang memang tinggal di kota tua, dan tidak sedikit pula yang suka mengenakan jubah panjang, baju tradisional, atau qipao, sehingga kehadiran Li Zhiyan sama sekali tidak tampak aneh.
Namun, seiring meningkatnya popularitas, komentar negatif mulai bermunculan di dunia maya.
#DramaPamerAnakOrangKaya
#HidupDiKotaTuaTakMungkinSebagusIni
#SemuaKeindahanDiVideoKotaTuaAdalahHasilEditanTimProduksi
#IniBukanKehidupanSederhanaDiKotaTuaTapiPamerKemewahan
Awalnya, komentar-komentar seperti itu belum banyak.
Setelah ruang siaran makin ramai, komentar semacam itu pun bertambah.
Li Zhiyan sendiri tak terlalu memedulikan semua itu.
Memang benar, kehidupan nyata di kota tua sangat tenang. Namun jika dibandingkan dengan yang ia tampilkan di siaran maupun video, tentu saja masih jauh dari kata ideal.
Ia tak bisa menyangkal, tanpa latar belakang keluarga yang kuat, tanpa kekhawatiran soal makan dan hidup, bahkan bisa menikmati berbagai hobi, ia pasti takkan bisa dengan tenang melakukan siaran di kota kecil.
Niat aslinya bukan untuk pamer kekayaan.
Namun tak bisa dihindari, tetap saja ada orang yang menganggapnya sedang memamerkan kekayaan.
Hanya saja, ia memilih tak menggubris. Tapi sikap diamnya itu tak serta-merta meredam gelombang komentar negatif.
Lalu, sebuah gosip lain yang lebih panas mulai menyebar.
#LiZhiyanDiamDiamMenikahDenganTaoYuanchuanChuanxingLive
Begitu isu itu mencuat, orang-orang yang tak tenang pun langsung bertambah.