Bab Tujuh: Insiden di Konser Sang Diva Zhou Jialin
Akhirnya, Gong Shangqin berhasil juga melarikan diri dari arena konser.
Kenapa harus menggunakan kata “melarikan diri”?
Karena memang prosesnya sangatlah sulit!
Para penggemar begitu bersemangat!
Puluhan petugas keamanan membuka jalan, dan setelah bersusah payah, barulah Gong Shangqin bisa lolos keluar.
Ini benar-benar di luar dugaan Gong Shangqin!
Ternyata aku sepopuler ini?
Barulah sekarang Gong Shangqin memiliki gambaran yang jelas tentang popularitasnya sendiri.
Sebelumnya, ia hanya tahu dirinya terkenal, tapi tidak pernah benar-benar memahami seberapa besarnya. Hari ini, ia benar-benar menyaksikannya secara langsung.
Padahal ini konser Zhou Jialin, tapi sekarang justru berubah jadi temu penggemar Gong Shangqin. Hal ini membuatnya tak habis pikir, namun juga sangat senang.
“Saudari Wang, tolong carikan info tentang seseorang.”
“Apakah pria yang baru saja bernyanyi itu?”
“Benar, akhir-akhir ini aku sedang mempertimbangkan untuk merambah ke bidang lain. Aku butuh lagu yang bagus, dan Zhang Mingyu ini sangat berbakat, patut untuk dijalin relasi.”
“Baik, akan aku selidiki.”
Bagi Gong Shangqin, ia tidak begitu mengenal Zhang Mingyu. Sebelum hari ini, ia hanya tahu Zhang Mingyu adalah suami Zhou Jialin, selebihnya tak tahu apa-apa.
Itu wajar saja, karena sebelum hari ini, Zhang Mingyu hanyalah orang biasa, tak menonjol, tak terlihat oleh siapapun, jadi tak aneh jika tak ada yang mengenalnya!
…
Zhang Mingyu berbaring di sofa, memainkan ponselnya.
Tiga sahabat karibnya sudah pulang.
Dilanda kebosanan, ia pun membuka forum daring.
Begitu masuk, ia langsung melihat sebuah postingan yang dipasangi pin.
[Konser Diva Zhou Jialin Alami Insiden!]
Bukan hanya di forum itu, juga di berbagai forum lain, di Weibo, di linimasa teman, di Bilibili, di Douyin... semuanya berisi video Zhang Mingyu bernyanyi di konser Zhou Jialin.
Konten video yang sudah diedit itu tampak lebih menarik dan menghebohkan.
Setiap topik yang dibuka, pasti ada ratusan hingga ribuan komentar.
Setelah membuka belasan topik, Zhang Mingyu menyimpulkan ada tiga pertanyaan yang paling sering muncul di kolom komentar.
Pertama: Siapa pria tampan ini?
Kedua: Siapa pencipta lirik dan musik lagu ini?
Ketiga: Kenapa pria yang begitu luar biasa ini sampai harus bercerai dengan Zhou Jialin?
Ketiga topik di atas punya puluhan ribu komentar dan ribuan kali dibagikan.
Banyak orang mencari nama “Zhang Mingyu”.
Tren pencarian di Weibo penuh dengan berita tentang Zhou Jialin dan Zhang Mingyu.
Saat itulah Zhang Mingyu sadar dengan sangat jelas—ia telah menjadi terkenal!
***
Meskipun “Diva” adalah sebuah lagu yang bagus, dampak besarnya kali ini sangat dipengaruhi oleh pilihan waktu dan tempat yang tepat dari Zhang Mingyu.
Waktu yang pas.
Tempat yang mendukung.
Orang-orang yang tepat.
Ketiganya berpadu.
Sungguh sulit bagi Zhang Mingyu untuk tidak menjadi terkenal!
Saat membuka Weibo Zhou Jialin, kolom komentarnya penuh dengan hujatan.
“Perempuan tak tahu malu!”
“Perempuan ini benar-benar penuh perhitungan!”
“Andai kejadian hari ini tidak terbongkar, tak akan ada yang tahu betapa besar penderitaan yang harus dialami Zhang Mingyu.”
“Pria sebaik ini kok bisa-bisanya ditinggalkan, entah apa yang ada di pikiran perempuan itu?!”
“Aku merasa malu pernah menjadi penggemar Zhou Jialin.”
“Mulai hari ini, aku akan membencinya seumur hidup.”
“Keluarkan Zhou Jialin dari dunia hiburan!”
“Keluarkan Zhou Jialin dari dunia hiburan!”
“Keluarkan Zhou Jialin dari dunia hiburan!”
“…”
Mencela Zhou, mengagungkan Zhang.
“Pria tampan ini punya wajah dan bakat, aku jatuh cinta!”
“Lagu ‘Diva’ ini sangat menyentuh, aku jadi ingin bercerai juga, teman-teman tolong beri saran, haruskah aku bercerai?”
“Kalau istrimu seperti Zhou Jialin, sebaiknya memang cerai saja!”
“Kasihan sekali pria ini, ingin sekali memeluk dan menciumnya.”
“Yang di atas, kamu laki-laki, kan?!”
“Apa-apaan, aku ini banci!”
“Pergi sana, dasar banci!”
“Di video kulihat matanya berkaca-kaca, pasti dia sebenarnya tak rela melepas hubungan ini, tapi realita memaksanya mengalah, akhirnya ia harus berkompromi.”
“Kamu terlalu berlebihan menafsirkannya.”
“Bagaimana maksudmu?”
“Menurutku, air mata Zhang Mingyu bukan karena tak rela, tapi karena ia sudah terlalu banyak berkorban. Ia naif mengira selama memperlakukan Zhou Jialin dengan baik, mereka akan bahagia selamanya. Tapi nyatanya, Zhou Jialin hanya menganggapnya alat. Setelah tak berguna lagi, ia dibuang begitu saja.”
“Kolom komentar ini isinya orang-orang cerdas semua!”
“Benar, komentarnya juga enak dibaca!”
“Aku suka sekali di sini!”
“…”
***
…
Di sebuah kamar remang-remang, seorang pria paruh baya berkacamata hitam duduk di depan komputer, mengenakan headset, dengan ekspresi menikmati.
Kira-kira apa yang ia lakukan?
Ia sedang mendengarkan lagu…
Kalau bukan itu, lalu apa?
Pria paruh baya ini adalah sosok terkenal di Weibo, dengan lima juta pengikut, dikenal dengan julukan: Gudang Lagu Lama Nusantara.
Saat ini, Gudang Lagu Lama Nusantara sedang menikmati lagu, namun bukan lagu “Diva”, melainkan “Salju Pertama”.
Gudang Lagu Lama Nusantara hanya peduli pada lagu, bukan siapa penyanyinya.
Selama lagunya bagus, ia akan mendengarkan, tak peduli bagaimana karakter si penyanyi.
Setelah satu lagu selesai, ia melepas headset, tubuhnya bergetar, dunia terasa hambar.
Bukan karena ia tak suka lagu lama, tapi sudah terlalu sering didengar, kini ia ingin mencari lagu baru untuk penyegaran.
“Salju Pertama” adalah lagu baru favoritnya—tak ada duanya.
Karena selera tinggi dan komentar tajam, Gudang Lagu Lama Nusantara sangat terkenal di dunia musik. Setiap rekomendasinya hampir selalu diterima banyak orang, sehingga banyak yang mencari rekomendasi lagu di Weibonya. Sudah sebulan sejak ia terakhir merekomendasikan lagu baru, dan banyak yang menandainya di kolom komentar, meminta ia segera merekomendasikan lagu lagi.
Kepopuleran “Salju Pertama” pun tak lepas dari kontribusi Gudang Lagu Lama Nusantara.
[Ada apa dengan Gudang Lagu Lama Nusantara? Dulu setiap hari rekomendasikan lagu lama, seminggu sekali lagu baru. Sekarang sudah sebulan, satu lagu baru pun tak ada.]
[Gudang Lagu Lama Nusantara memang mementingkan kualitas, maklumi saja!]
[Aku paham, tapi masalahnya tidak ada lagu bagus didengar. Setiap hari playlistku hanya mutar ‘Salju Pertama’, meski enak, tapi kalau didengar terus menerus jadi bosan juga!]
[Ayo rekomendasi lagu! Baru saja putus dengan pacar, semoga Gudang Lagu Lama Nusantara bisa rekomendasikan lagu yang cocok dengan suasana hatiku, kalau bagus akan kuberi hadiah besar!]
[Kerbau di sawah saja tak pernah istirahat selama itu!]
[Gudang Lagu Lama Nusantara, jujur saja, hari ini kamu ngapain saja? Aku ingin dengar kejujuranmu!]
[Sekarang dia pasti lagi masuk mode bijak, makanya tak membalas komentar.]
[Jangan asal bicara, aku pakai akun kecil Gudang Lagu Lama Nusantara. Aku sedang bermesraan dengan pacarku, barusan terlalu bersemangat, sekarang sedang isi ulang tenaga, jadi tak sempat menanggapi kalian para jomblo, rekomendasi lagu ditunda tanpa batas waktu.]
[…]
Kolom komentar penuh dengan permintaan rekomendasi lagu dari Gudang Lagu Lama Nusantara.
Tapi masalahnya, ia memang benar-benar tidak ada lagu yang bisa direkomendasikan.
Ia pun merasa sangat kesal.
Akhir-akhir ini hatinya sedang tak bahagia.
Ia membutuhkan sebuah lagu untuk menyembuhkan dirinya.
Memasang kembali headset, Gudang Lagu Lama Nusantara mulai mencari lagu, namun pada saat itulah…