Bab 161: Pukulan Dewa Sejati (Bagian Keempat)
Teknik Teleportasi!
Mo Chuan menggerakkan niatnya, bersiap menggunakan teknik teleportasi untuk menghindari aliran qi sejati tingkat Inti Emas tersebut.
Namun, tepat pada saat itu.
Sebuah tekanan yang mengerikan turun dan menimpa tubuh Mo Chuan.
Itu adalah tekanan dari Tianling Sanren, seorang kultivator tingkat pertama Inti Emas.
Mo Chuan tidak dapat bergerak, teknik teleportasinya gagal diaktifkan, dan pada detik berikutnya, aliran qi sejati itu menghantam tubuh Mo Chuan.
"Uhuk!" Mo Chuan memuntahkan seteguk darah segar, seketika terpental sejauh puluhan meter, dengan aura yang melemah hingga ke tingkat ekstrim.
Untung saja fisik pertahanannya cukup kuat, berada di tingkat kelima tingkat Perunggu, jika tidak, hantaman barusan mungkin akan langsung membuatnya jatuh pingsan.
"Mo Chuan!"
Yan Shining, Ji Mangxuan, Zhou Mengmeng, dan yang lainnya langsung berubah ekspresi. Mereka ingin maju untuk membantu Mo Chuan, tetapi sayangnya, mereka tidak berdaya.
Tekanan tingkat pertama Inti Emas itu menyebar ke seluruh arena, membuat mereka bahkan tidak mampu menggerakkan satu langkah pun.
"Oleh karena itu, seseorang tidak boleh terlalu angkuh. Ingatlah, di atas langit masih ada langit, dan di atas manusia masih ada manusia." Zheng Hao, Wei Kang, Hong Liang, dan Tian Qi merasa sangat gembira, kegembiraan yang tak bisa mereka bendung.
Untunglah, betapapun memikatnya bakat Mo Chuan dan betapapun hebatnya dia menantang musuh yang lebih kuat, saat berhadapan dengan alam Inti Emas, dia tetap harus bertekuk lutut.
Tap, tap, tap.
Suara langkah kaki terdengar.
"Inilah kesenjangan antara kau dan aku! Bagaimana, apakah kau menyerah?" Tianling Sanren mendekati Mo Chuan, dengan senyuman tipis di wajahnya, lalu berujar dari ketinggian.
"Uhuk." Mo Chuan terbaring tak berdaya di tanah, memuntahkan beberapa teguk darah, dengan luka yang sangat parah.
Namun, di dalam matanya, semangat bertarung masih berkobar tinggi: "Tidak menyerah!"
"Tidak menyerah?"
Tianling Sanren tersenyum sinis, lalu mengangkat satu kakinya dan menginjak Mo Chuan dengan kejam.
Namun, tepat pada saat itu, sebuah suara dingin terdengar dari langit.
"Tianling Sanren, akhirnya aku menemukanmu!"
Tampak seorang gadis berpakaian hitam, menginjak pedang terbang, turun ke tempat ini.
Wajah Tianling Sanren berubah drastis, dan kaki yang hendak menginjak Mo Chuan terhenti seketika.
Tak lama kemudian, dari langit, dua pemuda lainnya juga menginjak pedang terbang dan perlahan-lahan turun.
Pemandangan ini di luar dugaan semua orang.
"Sialan! Aku bahkan sudah melarikan diri ke dunia sekuler, tidak disangka orang-orang ini masih menemukan petunjuk dan mengejarku sampai ke sini!"
Tianling Sanren menatap gadis berpakaian hitam dan kedua pemuda itu dengan rasa ngeri.
Gadis berpakaian hitam itu memiliki wajah yang sangat cantik, bermartabat tinggi, serta bentuk tubuh yang aduhai, menjadikannya seorang wanita yang sangat mempesona.
Gadis ini bernama Li Shuangna, merupakan Santa dari Sekte Mohuatan di Dunia Kunlun Dalam!
Kedua pemuda itu memiliki latar belakang yang sama-sama mengerikan. Salah satu dari mereka bernama Qu Wenwu, merupakan Putra Suci dari Sekte Tianji di Dunia Kunlun Dalam!
Satu orang lagi bernama Ke Zicai, merupakan Putra Suci dari Sekte Bingling di Dunia Kunlun Dalam!
Kekuatan kultivasi ketiga orang ini tidak bisa dianggap remeh, semuanya berada di tingkat Pseudo Inti Emas!
Tingkat Pseudo Inti Emas, secara ketat tidak bisa dianggap sebagai sebuah alam kultivasi mandiri, melainkan hanya sebuah sebutan agar lebih mudah dinamai.
Secara spesifik, tingkat Pseudo Inti Emas merujuk pada tahap setelah tingkat kesembilan Pendirian Yayasan yang menangkah lebih jauh, berhasil memadatkan inti palsu di dalam tubuh mereka.
Seiring berjalannya waktu, setelah melalui proses pematangan, inti palsu itu akan bermutasi menjadi Inti Emas yang sesungguhnya, dan pada saat itu pula, sang kultivator akan menerobos ke alam Inti Emas yang sejati!
Bisa dikatakan, para kultivator di tingkat Pseudo Inti Emas telah menapakkan sebelah kaki mereka ke gerbang alam Inti Emas.
Oleh karena itu, kekuatan bertarung mereka jauh melampaui kultivator tingkat kesembilan Pendirian Yayasan pada umumnya.
Gabungan kekuatan tiga orang Pseudo Inti Emas yaitu Li Shuangna, Qu Wenwu, dan Ke Zicai, sudah cukup untuk memberikan ancaman nyata bagi kultivator alam Inti Emas sejati.
Itulah alasan mengapa Tianling Sanren sangat mewaspadai ketiganya.
"Hui Ying, pergi, halangi ketiga orang ini!"
Tianling Sanren mengambil keputusan tegas dan mengeluarkan perintah.
Burung iblis Hui Ying yang selama ini berada di samping langsung terbang keluar dan menerjang ke arah Li Shuangna, Qu Wenwu, dan Ke Zicai.
Hui Ying adalah makhluk iblis tingkat dua bintang sembilan, yang setara dengan alam tingkat kesembilan Pendirian Yayasan, tetapi kekuatan makhluk iblis biasanya lebih kuat daripada manusia di alam yang sama.
Oleh karena itu, kekuatan tempur sebenarnya dari Hui Ying juga setara dengan Pseudo Inti Emas, yang dapat menahan Li Shuangna, Qu Wenwu, dan Ke Zicai untuk sementara waktu.
Selanjutnya.
Tianling Sanren menatap Mo Chuan dengan tatapan dingin.
"Bocah, cepat ikuti orang tua ini, atau orang tua ini akan langsung menghabisimu!"
Mo Chuan tidak bergerak. Ia terbaring lemas di tanah, dengan mata tertutup rapat, wajahnya pucat pasi, seolah-olah terluka sangat parah hingga tidak mampu bergerak lagi.
"Semut! Benar-benar seekor semut! Hanya dengan menerima satu serangan acak qi sejati dariku saja, kau sudah tidak berdaya!"
Tianling Sanren memaki.
Namun, tidak mungkin baginya untuk benar-benar melepaskan Mo Chuan, karena masih banyak rahasia di dalam tubuh Mo Chuan yang menunggu untuk ia introgasi dan gali.
Memikirkan hal itu, Tianling Sanren merendahkan tubuhnya, mengulurkan sebelah tangan, berniat memanggul Mo Chuan di punggungnya.
"Aura Abadi sejati, keluarlah untukku!!!" Namun, tepat saat Tianling Sanren berjongkok, Mo Chuan yang tadinya menutup mata tiba-tiba membukanya, menghubungkan ruang sistem, dan mengeluarkan gelang spasial.
Detik berikutnya.
Bum.
Sebuah gelombang aura yang agung, luas, dan megah meluncur keluar dari gelang spasial.
Seketika itu juga, langit dan bumi berubah warna.
Orang-orang secara samar melihat sesosok bayangan makhluk abadi muncul dari ketiadaan dan melayang di udara.
Bayangan makhluk abadi itu tampak buram, dengan wujud yang samar, dan di sekeliling tubuhnya terpancar berbagai cahaya keabadian yang saling memantulkan kilau.
Semua orang diliputi rasa takut yang mendalam.
Baik Li Shuangna, Qu Wenwu, Ke Zicai, maupun makhluk iblis Hui Ying, tidak ada yang berani bergerak.
Apalagi Ji Mangxuan, Zhou Mengmeng, Yue Yingcai, Zhang Zhouhe, dan yang lainnya, wajah mereka menjadi sangat pucat.
Tianling Sanren yang berada paling dekat dengan bayangan makhluk abadi itu bahkan sudah lemas kedua kaki dan punggungnya dibanjiri keringat dingin.
Tepat pada saat itu, bayangan makhluk abadi tersebut berubah menjadi seberkas cahaya abadi dan melesat ke arah Tianling Sanren.
"Tidak!!!" Wajah Tianling Sanren dipenuhi rasa ngeri yang teramat sangat, ia buru-buru mengerahkan perisai qi sejati miliknya, perisai qi sejati tingkat Inti Emas.
Namun, itu tidak berguna.
Cahaya abadi itu menghantam turun.
Tianling Sanren seketika musnah tak bersisa, lenyap menjadi debu.