Bab 154: Seperti yang Kau Inginkan
"Kalian ingin membunuhku? Kalau begitu, majulah bersama-sama."
Begitu ucapan Mo Chuan terlontar, suasana di sekitar langsung jatuh ke dalam keheningan yang mematikan.
Para kandidat terpilih itu sontak mengalihkan pandangan mereka kepada Mo Chuan.
Ya Tuhan!
Luar biasa...
Para kandidat ini merasa sangat ketakutan terhadap para pengawas ujian seperti Zhong Youfei dan Ji Hanshan.
Namun, Mo Chuan justru berani memprovokasi secara terang-terangan. Pantas saja ia dijuluki sebagai talenta puncak nomor satu.
Kendati demikian, dalam hati mereka turut meratapi nasib Mo Chuan.
Memprovokasi begitu banyak orang sekaligus, yang semuanya adalah para grandmaster, akhir nasib Mo Chuan sudah bisa ditebak.
"Hahaha..."
Zhong Youfei tidak bisa menahan tawa, tatapannya penuh dengan cemoohan. Ia benar-benar merasa terhibur oleh Mo Chuan. Saat ini, ia telah mengerahkan perisai qi sejati untuk melindungi dirinya, sehingga sama sekali tidak takut dengan kecepatan Mo Chuan yang mengerikan itu.
Apakah Mo Chuan masih mengira dirinya mampu menembus perisai qi sejati tingkat grandmaster?
Sungguh naif.
Ji Hanshan turut tertawa.
Masih ingin maju bersama?
Menyuruh mereka sekalian para grandmaster untuk maju bersama?
Semut dari dunia fana memang benar-benar tidak tahu diri...
"Ming'er, inilah talenta puncak nomor satu yang selalu kauanggap sebagai musuhmu, Mo Chuan? Anak ini berwatak arogan, sungguh tidak ada apa-apanya," ucap Su Feilong dengan nada datar.
"Paman, itu dulu. Sekarang aku sudah menjadi seorang grandmaster, aku sudah lama tidak menganggap Mo Chuan sebagai lawanku. Hehe, aku bahkan merendčkeannya," ujar Su Yangming sambil tersenyum geli.
Benar, ia memang merendahkannya.
Ia adalah seorang grandmaster, dengan tujuan masa depan mendominasi Daftar Naga Tersembunyi, mendapatkan kualifikasi untuk pergi ke Alam Kunlun Internal, dan pada akhirnya menjadi seorang kultivator keabadian.
Sampah seperti Mo Chuan yang bahkan belum mencapai ranah grandmaster, bagaimana mungkin layak menjadi lawannya?
"Apa yang sebenarnya ingin dilakukan Mo Chuan?!" Pada saat yang sama, Ji Mansuan dan Zhou Mengmeng bergegas datang setelah mendengar kabar tersebut.
Begitu kedua wanita itu tiba, mereka mendengar kalimat "majulah bersama-sama", membuat wajah cantik mereka langsung memucat pasi tanpa sedikit pun warna darah.
Di saat yang sama, hati mereka diliputi rasa kesal bercampur cemas.
Padahal, mereka telah meminta tolong kepada ketua Asosiasi Bela Diri Kota Nanwu agar memberitahu Mo Chuan untuk tidak datang ke Ibukota.
Namun mengapa, Mo Chuan tetap datang...
"Nona Ji, Nona Zhou."
Yue Yingcai, Zhang Zhouhe, dan para talenta senior lainnya melangkah mendekat.
Ji Mansuan dan Zhou Mengmeng mengangguk pelan tanpa berkata banyak.
"Haha, kalian pasti sedang mengkhawatirkan Kak Chuan, ya? Sebenarnya tidak perlu!"
Melihat hal itu, Yue Yingcai tersenyum dan menghibur mereka.
Bercanda.
Saat Kak Chuan menghabisi An Kuang dan Penatua Qi, ia berada di lokasi kejadian, sehingga dialah yang paling mengetahui kekuatan Mo Chuan saat ini.
Oleh karena itu, ia benar-benar tidak merasa khawatir sedikit pun.
"???" Ji Mansuan dan Zhou Mengmeng sama-sama tertegun.
Tidak perlu khawatir?
Apa maksudnya?
"Mo Chuan, waktu itu kau jelas-jelas melompat ke Sungai Seribu Mutlak untuk bunuh diri, tetapi ternyata bisa bangkit dari kematian. Sungguh membuatku terkejut! Tapi kali ini, tidak akan ada keajaiban lagi. Aku pasti akan membunuhmu!!!"
Tepat pada saat itu, Su Yangming akhirnya tidak dapat menahan diri lagi. Ia berjalan ke arah Mo Chuan dengan senyum kejam tersungging di wajahnya.
Bersamaan dengan itu, sebuah aura yang tangguh meledak dari tubuh Su Yangming, bagaikan badai dahsyat ekstrem yang menggetarkan jiwa.
Inilah, aura seorang grandmaster!
Grandmaster tingkat satu.
"Selesai sudah..." Wajah cantik Ji Mansuan dan Zhou Mengmeng semakin memucat.
"Hahaha, bakat Tuan Muda Su sangat luar biasa. Bisa berkultivasi hingga ranah grandmaster di dunia fana, benar-benar seorang jenius tiada tara!"
Zhong Youfei tertawa terbahak-bahak sambil memuji. Meskipun ucapan ini sedikit bernada menjilat, Su Yangming memiliki seorang paman tingkat grandmaster tahap ketujuh bernama Su Feilong. Menjilat sedikit untuk menjalin hubungan dengan Su Yangming rasanya masih sepadan.
Sambil berkata demikian, ia kembali menatap Qing Ruyan dan tersenyum. "Nona Qing, perhatikan baik-baik. Mo Chuan sebelumnya berani melecehkanmu, Tuan Muda ini akan pergi dan menebasnya sekarang juga untuk melampiaskan amarahmu!"
Usai berkata demikian.
Zhong Youfei melangkah maju, ternyata ia juga berjalan ke arah Mo Chuan.
Mata indah Qing Ruyan berbinar, menatap pemandangan itu dengan tenang.
"Mo Chuan, serahkan pusaka agung Sekte Racun milikku!!"
Tatapan Ji Hanshan dingin saat ia turut melangkah mendekati Mo Chuan.
Sebenarnya, ia merasa enggan untuk bergabung dengan orang lain demi menghadapi seekor semut dari dunia fana.
Namun mau bagaimana lagi.
Gelang spasial itu berada di tangan Mo Chuan, dan benda itu adalah satu-satunya kunci untuk membuka gudang harta karun abadi di Alam Rahasia Terbang Abadi.
Ia harus turun tangan sendiri untuk merebut kembali gelang spasial tersebut dari Mo Chuan.
"Hu Yuxiu, hari ini kau benar-benar beruntung bisa menyaksikan pemandangan ini! Sebelumnya kita sepakat bahwa kamilah yang akan menangkap Mo Chuan, tetapi sekarang, Kak Ji sendiri yang turun tangan!"
Hong Liang dan Tian Qi menatap Hu Yuxiu dengan senyum angkuh. "Kak Ji adalah seorang grandmaster tingkat tiga, sedangkan Mo Chuan yang sangat kauagungkan itu bahkan belum setengah langkah menjadi grandmaster. Saksikan baik-baik bagaimana dia mati di tangan Kak Ji!"
"Betul, betul, betul!" Hu Yuxiu buru-buru mengangguk, sementara di dalam hatinya tumbuh secercah antisipasi. Ranah grandmaster saja sudah merupakan eksistensi yang tak berani ia bayangkan, apalagi grandmaster tingkat tiga?!
Pada saat yang sama.
Su Yangming, Zhong Youfei, dan Ji Hanshan telah mendekati Mo Chuan.
Terlebih lagi, tubuh ketiganya diselimuti oleh qi sejati dan telah mengaktifkan perisai qi sejati.
Hal ini disarankan oleh Zhong Youfei di perjalanan tadi.
"Mo Chuan! Tunjukkan lagi kecepatan mengerikanmu itu!"
Zhong Youfei tersenyum meremehkan. "Apa gunanya hanya mengandalkan kecepatan? Kami telah mengaktifkan perisai qi sejati, apakah serangan lemahmu itu bisa melukai kami?!"
Mo Chuan tidak berkata apa-apa.
"Takut?!"
Melihat hal itu, Zhong Youfei semakin arogan. Ia bahkan melangkah maju beberapa langkah lagi, memperpendek jarak dengan Mo Chuan.
"Kemarilah! Tuan Muda ini berdiri di sini tanpa bergerak, biarkan kau menyerangku!!"
Zhong Youfei tertawa terbahak-bahak sambil menepuk dadanya sendiri.
"Baik!"
Satu patah kata yang tenang menjadi jawaban bagi Zhong Youfei. Mo Chuan akhirnya angkat bicara.
"Baik?" Senyuman Zhong Youfei semakin merekah, dan ekspornya semakin meremehkan. "Hahaha, apa? Kau benar-benar naif begitu? Masih mengira bisa menghancurkan perisai qi sejati tingkat grandmaster milik Tuan Muda ini?"
Mo Chuan memasang wajah tanpa ekspresi, lalu menghubungkan kesadarannya dengan ruang sistem. Sedetik kemudian, sebilah pedang panjang berwarna emas gelap muncul di genggamannya.
Itu adalah artefak tingkat tiruan inti emas!!!
"Hari ini, gunakan daging dan darahmu untuk menguji teknik pedangku."
Mo Chuan menggenggam pedang panjang emas gelap itu erat-erat, menatap lurus ke arah Zhong Youfei.
Teknik pedang apa yang hendak diuji?
Tentu saja Seni Pedang Pengendali Xuantian!
Seni Pedang Pengendali Xuantian terbagi menjadi "Bab Pengendalian Pedang" dan "Bab Teknik Pedang".
Bab Pengendalian Pedang adalah keterampilan untuk mengendalikan pedang, yakni pengendalian pedang menggunakan indra ilahi.
Bab Teknik Pedang adalah teknik pedang yang spesifik, yang secara keseluruhan terdiri dari tiga jurus.
Ketiga jurus tersebut adalah:
Jurus pertama, Penebasan Xuan Reruntuhan.
Jurus kedua, Penebasan Setengah Xuan.
Jurus ketiga, Penebasan Xuan Ekstrem.
Mo Chuan baru menguasai jurus pertama, yaitu Penebasan Xuan Reruntuhan.
Jurus kedua dan ketiga belum bisa ia gunakan karena ia baru berada di tingkat kesembilan pemurnian qi, di mana ranah qi sejatinya masih terlalu rendah untuk mempraktikkannya.
Namun, meskipun ia baru menguasai jurus pertama, itu sudah lebih dari cukup.
Bagaimanapun juga, Seni Pedang Pengendali Xuantian adalah seni pedang makhluk abadi tingkat puncak kelas Xuan!!!
Menampilkan sedikit saja dari Seni Pedang Pengendali Xuantian sudah lebih dari cukup untuk meratakan musuh.
Teknik pedang yang hendak diuji oleh Mo Chuan tidak lain adalah jurus pertama, Penebasan Xuan Reruntuhan!
"Menjadikannya uji coba pedang untukku? Menarik juga..."
Zhong Youfei sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Ia menatap Mo Chuan dengan ekspresi mencemooh. "Apakah teknik pedangmu sehebat itu? Sekali lagi kutanyakan, apakah itu bisa menembus perisai qi sejati milikku? Apakah itu bisa merenggut nyawaku? Tuan Muda ini sengaja mencari mati! Aku mohon gunakan pedangmu untuk menebas kepalaku! Hehehe..."
Syuu!
Tepat pada saat itu.
Pedang panjang emas gelap di tangan Mo Chuan terlepas dari genggamannya, berubah menjadi seberkas kilatan cahaya yang seketika menebas ke arah Zhong Youfei.
Jurus pertama Xuantian: Penebasan Xuan Reruntuhan!
Senyuman di wajah Zhong Youfei seketika lenyap. Di balik wajahnya yang tadinya tampak santai, kini terpancar ekspresi ketakutan yang mendalam. Bulu kuduknya meremang saat ia merasakan ancaman kematian yang nyata dari tebasan pedang tersebut!!!
Bum!
Satu tebasan pedang mendarat, dan perisai qi sejati tingkat grandmaster yang sangat diandalkan oleh Zhong Youfei hancur berkeping-keping bagaikan kertas yang rapuh.
Detik berikutnya.
Kilatan cahaya dingin dari pedang panjang emas gelap melintas.
Sebuah garis darah muncul di leher Zhong Youfei.
Seorang grandmaster tingkat tiga, tewas!
Kepala dan tubuh Zhong Youfei masing-masing menghantam tanah dengan keras.
Syuu!
Tak lama kemudian, pedang panjang emas gelap itu kembali merobek udara dan melesat terbang kembali ke genggaman Mo Chuan.
"Sesuai dengan keinginanmu, kupersembahkan kepalamu agar jatuh ke tanah!"
Mo Chuan menyeka noda darah yang menempel di bilah pedangnya dengan nada suara yang sangat datar.