Bab 132 Bersiap untuk Melakukan Sesuatu yang Besar!
"Apa yang ingin kau lakukan?" Lin Luo menatap Yu Xiaoyue dengan waspada.
"Beritahu aku rahasia bagaimana cara meningkatkan kekuatan dengan cepat, ya?" Yu Xiaoyue tersenyum manis.
"Kau hanya ingat padaku saat ada maunya saja," cibir Lin Luo.
"Siapa bilang? Saat aku sedang menjalani pelatihan tertutup, aku terus membicarakanmu dengan teman-temanku!"
"Oh ya, ada beberapa gadis di kelasku yang terus menanyakan kabarmu. Mau kuperkenalkan pada mereka?"
"Lagi pula, aku tahu ada yang berukuran D..." Yu Xiaoyue terus bicara tanpa henti.
"Yu Xiaoyue, diamlah." Lin Luo menjentik dahi Yu Xiaoyue.
Gadis itu memegangi kepalanya sambil menjulurkan lidah ke arah Lin Luo.
"Sampai di mana proses pemurnianmu sekarang?" tanya Lin Luo serius.
"Tinggal bagian leher sampai kepala yang belum selesai."
"Hmm... nanti aku akan ajarkan teknik kultivasi baru."
"Teknik kultivasi baru?" Yu Xiaoyue tertegun.
"Ya, ingat, ini adalah teknik baru yang dikembangkan oleh seorang praktisi bela diri tingkat tinggi. Belum dipublikasikan secara umum. Kalau orang lain tahu, hati-hati kau malah dijadikan kelinci percobaan," ujar Lin Luo memperingatkan.
"Baik, baik." Yu Xiaoyue mengangguk seperti anak ayam mematuk padi.
"Ini untukmu." Saat mereka sampai di kamar, Lin Luo menyerahkan dua botol pil pemurnian tingkat rendah dan dua botol pil pengumpul energi tingkat rendah kepada Yu Xiaoyue.
"Ini..." Yu Xiaoyue menerimanya dan terbelalak saat melihat isinya adalah pil pengumpul energi dan pil pemurnian!
Total ada empat botol, masing-masing berisi delapan butir! Nilainya setara dengan tiga juta lebih!
"Ini untukmu."
"Aku punya sendiri, tidak usah," tolak Yu Xiaoyue sambil menggeleng.
"Jangan sungkan denganku, aku masih punya yang tingkat menengah dan tinggi." Lin Luo tersenyum sambil menggoyangkan botol-botol lain di tangannya.
"Lin Luo, kau merampok bank, ya?!" Yu Xiaoyue membelalakkan matanya.
Pil pengumpul energi dan pil pemurnian tingkat menengah saja harganya satu juta per butir! Sedangkan yang tingkat tinggi jauh lebih mahal, yakni sepuluh juta!
"Kau bodoh ya? Aku ini orang baik-baik, mana mungkin melakukan hal seperti itu?" Lin Luo menatapnya remeh. "Aku mendapatkan uang ini dari menjual material setelah membunuh banyak monster di dimensi lain."
Mendengar itu, mata Yu Xiaoyue langsung berbinar.
"Jangan harap, tempat itu sangat berbahaya. Lagipula, kau belum menjadi praktisi bela diri resmi, jadi tidak mungkin bisa pergi ke sana."
Yu Xiaoyue yang tadinya bersemangat langsung lemas seperti balon kehabisan udara setelah mendengar ucapan Lin Luo.
"Lebih baik selesaikan dulu pemurnian kulit dan dagingmu."
Hari itu pun berlalu dengan mengajari Yu Xiaoyue. Keesokan harinya adalah tanggal empat Februari, alias malam tahun baru. Sejak pagi, Lin Luo, Yu Xiaoyue, serta kedua orang tuanya sibuk bersih-bersih rumah.
Karena orang tua Yu Xiaoyue berada di luar negeri dan kesibukan mereka sangat padat, mereka hanya bisa melakukan panggilan video dan tidak bisa pulang untuk merayakan tahun baru. Jadi, Yu Xiaoyue merayakan tahun baru di rumah Lin Luo.
"Cepat, cepat, tempel di sebelah sini, miring, miring!" Yu Xiaoyue berdiri di ambang pintu, mengarahkan Lin Luo memasang bait musim semi. Dia tampak seperti penasihat yang sok tahu.
"Lin Luo bodoh, tempelannya miring!"
"..."
Xiao Hei juga mengenakan baju katun kecil berwarna merah dan mondar-mandir di depan pintu. Baju itu dibelikan oleh Yu Xiaoyue dan dipakaikan oleh Lin Luo.
Saat itu, dua sosok tinggi berjalan mendekat.
"Yo, Lin Luo sedang menempel bait, ya?" suara Peng Liang terdengar.
Yu Xiaoyue menoleh secara refleks dan melihat Peng Liang serta Wu Guoqiang di belakang.
"Kapten Wu?"
"Halo." Wu Guoqiang tersenyum.
"Pak Wu, Pak Peng, kenapa kalian datang?" Lin Luo yang baru selesai menempel bait berbalik dan tersenyum tipis melihat keduanya.
"Ingin mengobrol denganmu," jawab Wu Guoqiang dengan senyum tipis.
"Oh, silakan masuk," ucap Lin Luo, seolah menyadari sesuatu.
"Ka... Kapten Wu?" Xiao Yan dan Lin Dong yang sedang bersih-bersih sempat tertegun saat melihat mereka masuk.
"Kalian apa kabar?" sapa Wu Guoqiang.
"Silakan duduk, silakan duduk, saya buatkan teh," ujar Xiao Yan buru-buru.
"Tidak perlu repot-repot, kami hanya ingin mendiskusikan sesuatu dengan Lin Luo, nanti segera pergi," tolak Wu Guoqiang.
"Duduk dulu saja. Lin Dong, buatkan tehnya," sahut Xiao Yan. Orang tua Lin Luo sangat menjunjung tinggi tata krama.
"Kapten Wu, terima kasih banyak atas perhatian Anda kepada Lin Luo," ucap Xiao Yan.
"Jangan berkata begitu, sebenarnya saya tidak banyak membantu," sahut Wu Guoqiang.
"Kalian minumlah tehnya, saya tidak akan mengganggu kalian dulu," kata Xiao Yan yang tahu bahwa mereka punya urusan penting dengan Lin Luo, lalu pergi dari sana. Yu Xiaoyue yang berdiri di dekat pintu memilih untuk kembali bersih-bersih dengan tenang.
"Apa yang terjadi?" tanya Lin Luo langsung.
"Ingat celah ruang yang pertama kali kita datangi?" Ekspresi Wu Guoqiang berubah serius saat membahas urusan penting.
"Tentu saja." Itu adalah kali pertama Lin Luo pergi ke dunia lain dan menghadapi monster tingkat tiga, Serigala Mata Darah.
"Sebelum aku pergi, ada tiga praktisi bela diri tingkat tiga yang ditugaskan menjaga tiga celah ruang di Kota Lian. Namun, pagi ini ada kabar bahwa praktisi yang menjaga celah tempat Serigala Mata Darah muncul telah tewas karena luka parah yang tak tertolong," ujar Wu Guoqiang dengan nada berat.
"Tewas?!" Pupil mata Lin Luo mengecil.
"Ya, menurut informasi yang didapat, dia menemukan sarang ras serangga. Saat bertarung, dia kehilangan terlalu banyak darah dan mengalami luka yang terlalu parah. Meskipun akhirnya berhasil kembali, dia sudah melewatkan kesempatan emas untuk diselamatkan," Wu Guoqiang menghela napas.
"Sarang ras serangga, ya." Lin Luo menyipitkan matanya.
"Langsung saja, aku ingin mengajakmu melakukan sesuatu yang besar," ujar Peng Liang sambil menyeringai.
Lin Luo mengangkat alis, tampak belum sepenuhnya mengerti.
"Aku sudah berdiskusi dengan dua praktisi tingkat tiga lainnya yang menjaga celah berbeda. Kami berencana pergi ke sana berlima," tambah Wu Guoqiang. "Dua celah lainnya adalah celah tingkat D, dan sekarang sudah banyak praktisi tingkat dua di Kota Lian, jadi tidak perlu khawatir. Namun, posisi sarang ras serangga itu belum dipastikan. Kalau tidak ditemukan, akan gawat jika mereka menyerang."
Lin Luo mengerutkan kening. Celah ruang itu berada di Kota Lian; jika ras serangga benar-benar menyerbu, dampaknya akan sangat serius. Mengingat kejadian di Anzhen, tangan Lin Luo mengepal erat.
"Rencananya tanggal tujuh, mau ikut?" tanya Peng Liang. "Lagipula, sarang ras serangga pasti punya kristal asing!"
"Aku ikut!" Lin Luo berpikir sejenak, lalu mengangguk.
Kali ini, dia akan melakukan sesuatu yang besar!