Bab 74: Kau yang... Enyahlah dari sini!
"Maaf semuanya, hari ini ada sedikit urusan di dalam gedung, kami akan segera menutup tempat ini."
Pada saat itu, beberapa pelatih di tempat latihan bela diri tersenyum kepada para orang tua yang hadir.
"Tunggu dulu, aku ingin tanya dia sebenarnya belajar di mana, luar biasa sekali! Bahkan para pelatih kalian pun bukan tandingannya!"
Beberapa orang tua masih bersikeras ingin menanyai Lin Luo, membuat wajah para pelatih di tempat itu berubah sedikit.
"Pelatih Yang Wei hari ini sedang kurang sehat, kondisinya menurun, tadi hanya bertukar jurus saja."
"Kalian bisa datang lagi besok, hari ini ada urusan mendadak di tempat kami..."
Para orang tua yang datang untuk melihat-lihat juga diarahkan untuk meninggalkan tempat itu.
"Kakak senior!"
Pada saat yang sama, beberapa siswi yang tadi juga berlari menghampiri Lin Luo.
"Kalian rupanya," Lin Luo menoleh dan melihat bahwa itu benar-benar para siswi yang ia temui pagi tadi.
"Kau yang menjatuhkan Yang Wei?"
Salah satu dari mereka bertanya penuh semangat.
"Iya, dia menantangku bertanding, tak sengaja aku terlalu keras."
Lin Luo menunjukkan ekspresi tak berdaya.
"Hm, bagus! Orang itu biasanya sok alim, padahal aslinya menjijikkan."
Salah satu siswi mengacungkan tinjunya, tampak jelas tak menyukai Yang Wei.
"Tapi kakak senior, bagaimana bisa kau mengalahkannya? Keren sekali!"
Mata para siswi itu berkilauan penuh kekaguman.
Yang Wei itu kan petarung tingkat satu! Dan sekarang dia bahkan pingsan dipukul!
"Eh... menyerang titik lemah di tubuhnya."
Lin Luo berpikir sejenak, lalu berkata.
Tendanganku tadi, seharusnya tidak membuatnya terlalu parah...
Saat itu juga, Lin Luo mendapat pemberitahuan dari sistem.
[Rasa kagum dari Luo Yilin, poin +200]
[Rasa kagum dari Yi Xiaoya, poin +200]
[Dari...]
Melihat para siswi yang menatapnya penuh kekaguman, mata Lin Luo terbelalak.
Bisa begini juga?
Poinnya langsung bertambah seribu!
"Luo Yilin! Kalian semua ke sini, kita latihan di gedung sebelah!"
Pada saat itu, Lin Xue, pelatih wanita di tempat itu, sudah memimpin para murid lainnya berkumpul.
Melihat Luo Yilin, ia melambaikan tangannya.
"Sebentar!"
Para siswi itu menjawab, lalu dengan cemas berkata kepada Lin Luo, "Kakak senior, sebaiknya kau cepat pergi."
"Para pelatih sepertinya akan datang."
Mereka tentu tahu Lin Luo bukan murid di sini. Walau Yang Wei memang menyebalkan, tapi Lin Luo memukulnya sampai begitu, itu bisa jadi masalah besar.
"Tidak apa-apa," jawab Lin Luo sambil tersenyum.
Aksi pamer sudah selesai, sebenarnya dia bisa pergi, tapi kini Lin Luo sadar beberapa pelatih mulai mengelilinginya.
"Kamu sebenarnya siapa?"
Pria tinggi bernama Zhang Shu menatap Lin Luo dengan wajah gelap.
Tadi saat Yang Wei menantangnya, Zhang Shu tidak melarang karena yakin Yang Wei pasti menang dengan mudah.
Tak disangka, justru Yang Wei yang pingsan dipukul!
"Aku cuma siswa SMA biasa."
Lin Luo agak tak berdaya, kenapa semua orang selalu bertanya begitu.
"Zhang Shu, menurutku dia pasti utusan dari tempat latihan lain, sengaja bikin keributan."
Pelatih lain berkata dingin.
Terlebih lagi, para orang tua yang tadinya hanya melihat-lihat kini berbondong-bondong menanyai Lin Luo setelah dia mengalahkan Yang Wei. Ini membuat mereka makin yakin, anak ini datang untuk merebut murid!
Dalam hati, Lin Luo mengumpat Peng Liang, yang bilang tidak ada petarung tingkat tinggi, memang benar, tapi tingkat satu puncak tetap ada!
Sekarang ada beberapa petarung tingkat satu, kalau benar-benar bertarung, Lin Luo juga tak yakin bisa menang melawan lima atau enam orang sekaligus.
"Jangan bilang kami ramai-ramai menindasmu. Hari ini, kalau kau bisa mengalahkanku, kau boleh pergi."
Zhang Shu menatap Lin Luo, suaranya dingin.
"Benarkah?"
Mata Lin Luo berbinar.
"Benar!"
Melihat reaksi Lin Luo, wajah Zhang Shu makin gelap.
Anak ini terlalu meremehkanku, pikirnya. Baru mengalahkan Yang Wei saja sudah merasa bisa menang dariku? Benar-benar lucu.
"Kalau begitu, ayo!"
Lin Luo menggerakkan badannya, tersenyum tipis.
Sebenarnya, pertarungan dengan Yang Wei tadi tidak membuatnya puas.
Tapi Zhang Shu tampak berbeda dari pelatih lain.
Kalau dugaanku benar, dia ini petarung tingkat satu puncak.
"Zhang Shu..."
Beberapa pelatih lain tampak ingin menegur.
"Tidak apa-apa, hanya anak bau kencur saja," kata Zhang Shu sambil menggeleng.
Saat itu juga, seluruh tenaga dalamnya tercurah.
Saat tenaga itu meledak, Lin Luo bisa merasakan kekuatan besar yang terpancar.
Lumayan kuat!
Kali ini Lin Luo tak lagi santai, wajahnya berubah serius.
Ia pun bersiap dalam posisi bertarung.
"Ayo!"
Begitu suara Zhang Shu selesai, ia langsung menyerang Lin Luo!
Gerakannya sangat cepat, begitu mendekat, dua tinjunya meluncur bersamaan ke arah Lin Luo.
Lin Luo mengernyitkan dahi, kakinya menjejak tanah dengan kuat, kedua tinjunya mulai bergerak.
Sambil menangkis serangan Zhang Shu, ia mulai membalas.
Bam! Bam! Bam!
Keduanya sama-sama menguasai jurus Lima Langkah, dasar kuda-kudanya sangat stabil.
Tak mungkin bisa menjatuhkan lawan dengan mudah.
Sial!
Wajah Zhang Shu makin gelap.
Ia sadar, jurus Lima Langkah Lin Luo sangat matang, kuda-kudanya juga stabil sekali.
Mencoba menjatuhkan Lin Luo, jelas mustahil.
Teknik Tinju Macan Ganas—!
Dalam hati, Zhang Shu berseru, tenaga dalamnya langsung meningkat.
Lin Luo jelas merasakan aura Zhang Shu kini seperti seekor harimau ganas!
Teknik tinjunya pun berubah!
Teknik tinju berbasis Lima Langkah, kini berubah menjadi jurus Macan Ganas, serangannya sangat cepat.
Walau Lin Luo menangkis, ia tetap bisa merasakan sakit di lengannya tiap kali terkena pukulan.
Kekuatan tiap pukulan Zhang Shu semakin kuat, bertubi-tubi menambah tekanan, hingga tubuh Lin Luo terlempar ke belakang.
"Enyahlah kau!"
Zhang Shu melompat, tinju kanannya kembali menghantam ke arah Lin Luo!
Seluruh tubuhnya seperti harimau menerkam, tinjunya laksana cakar macan!
"Kau yang harus—"
"Enyahlah!"
Saat itu, adrenalin Lin Luo juga meningkat, seluruh tenaga dalam tubuh langsung terkumpul di tinjunya!