Bab Empat Puluh Lima: Medan Pertempuran Kuno
Han Lang tertegun, lalu bertanya dengan heran, “Masih ada peninggalan tingkat B di Bumi!?”
Menurut penjelasan Li Yu, peninggalan tingkat B adalah sesuatu yang sangat luar biasa, hanya negara-negara terkuat di galaksi saja yang mampu mengelolanya. Hasil yang didapat dari peninggalan itu pun merupakan kekayaan yang tak terhitung jumlahnya. Han Lang sama sekali tidak menyangka, di Bumi yang kecil ini ternyata masih tersimpan satu peninggalan tingkat B!
Li Yu mengangguk pelan, “Memang benar, Bumi memiliki satu peninggalan tingkat B. Sekarang kamu sudah menjadi anggota resmi Biro Pengelola Peninggalan, jadi aku tidak perlu menyembunyikannya darimu.”
“Tapi tahukah kamu apa yang paling menyedihkan? Kita ini seperti duduk di atas tambang emas, tapi tidak mampu menambangnya! Kita hanya bisa melihat kekayaan itu tertidur di perut bumi.”
Han Lang terdiam, “Karena kita kurang kuat? Bukankah Anda pernah bilang, beberapa negara bisa bekerja sama untuk mengelola peninggalan besar?”
Li Yu tersenyum kecut, matanya redup, “Bukan berarti kita tidak pernah mencoba. Bumi memang pernah berunding dengan negara lain untuk mengelola peninggalan itu bersama. Kekaisaran Sali di rasi Centaurus, negara terdekat dengan Bumi, langsung meminta bagian sembilan puluh lima persen! Peninggalan itu ada di Bumi, tapi mereka ingin mengambil hampir semuanya. Siapa yang sanggup menelan perlakuan semacam ini?”
“Dan dampak dari perundingan itu tidak berhenti di situ. Kabar tentang adanya peninggalan tingkat B di Bumi bocor keluar, Kekaisaran Sali makin mengincar kita. Aku curiga, beberapa serangan para perampok ke Bumi akhir-akhir ini, pasti ada dalang di belakang layar, dan itu mereka!”
“Sungguh disayangkan. Hari itu kamu hampir kehilangan nyawa demi menahan para perampok itu, tapi kita tetap gagal membasmi semuanya. Beberapa berhasil kabur. Aku masih merasa bersalah padamu.”
Han Lang buru-buru berkata, “Aku tahu apa yang terjadi hari itu. Waktu para saudara keluar dari peninggalan, tenaga mereka sudah hampir habis. Kita berhasil mengusir mereka saja sudah luar biasa.”
Li Yu tersenyum pahit, “Pembentukan Legiun Pertama juga sebenarnya demi mempersiapkan diri menghadapi peninggalan tingkat B. Kalau nanti Dewan Galaksi memutuskan Bumi harus dijajah, kita akan paksa buka peninggalan itu! Sekarang sebagian besar pasukan sudah pindah ke lokasi peninggalan, markas Legiun Pertama, kapal penjelajah tipe benteng pun sudah ditempatkan di sana. Tempat ini akan berubah jadi murni pertambangan. Beberapa hari lagi, kita akan pergi bersama rombongan terakhir ke markas baru.”
...
Li Yu harus tinggal di markas untuk mengurus proses pemindahan, sementara Han Lang kembali berlatih seperti biasa. Saat markas dipindahkan nanti, sumber air aneh yang sangat dingin namun tak membeku itu juga akan dibawa, untuk dibuatkan ruang latihan khusus di markas baru Han Lang.
Setelah latihan, Han Lang merasa segar bugar. Ia lalu meminta dua roti isi daging dan segelas besar cokelat panas dari ibu kantin, lalu kembali ke kamarnya, makan sambil berpikir.
Keadaan Bumi memang sangat tidak menguntungkan. Ada pepatah lama: orang biasa jika menyimpan harta, justru mendatangkan bencana.
Memiliki peninggalan tingkat B adalah keberuntungan sekaligus sumber malapetaka bagi Bumi. Kalau bukan karena Clark, mungkin sepuluh tahun yang lalu Bumi sudah lama jadi jajahan negara lain.
Negara kuat di galaksi sangat mudah merebut wilayah. Mereka hanya perlu melapor ke Dewan Galaksi, bilang kalau Bumi lemah dan tak punya pelindung, biarkan saja kami yang mengurusnya.
Di sana para penguasa galaksi tinggal angkat tangan dalam pemungutan suara. Asal tidak banyak yang menentang, maka Bumi langsung berubah jadi koloni negara lain. Cara ini sebenarnya tak ada bedanya dengan zaman dahulu ketika negara-negara besar menindas Negeri Kepang.
Negara lemah tak punya diplomasi, hukum ini juga berlaku di galaksi.
Seperti kata Li Yu, bertaruh dengan membuka peninggalan tingkat B yang sangat berbahaya sebenarnya juga bukan pilihan. Sebuah tambang kelas C saja sudah menelan begitu banyak korban, apalagi peninggalan tingkat B; bahkan jika seluruh prajurit Bumi masuk, belum tentu cukup untuk melawan binatang-binatang kegelapan di dalamnya.
Ah~
Waktu yang dijanjikan dengan Zong Wudao sudah tiba. Han Lang menghela napas, bangkit dan pergi ke pusat pelatihan. Ia memilih sebuah kapsul virtual umum, lalu menghubungkan diri ke jaringan gelap antarbintang. Mereka sudah sepakat akan menemui Si Penguliti untuk membahas pembelian perlengkapan.
Cahaya berkelebat, Han Lang pun dilemparkan ke lingkungan virtual yang dibangun komputer. Di tepi sungai kecil, banyak meja dan kursi batu tertata rapi. Rumput tumbuh subur, burung-burung berkicau, suasananya sangat menyenangkan.
Si kakek aneh Zong Wudao belum datang. Han Lang pun duduk di tepi sungai, sabar menanti. Kali ini Zong Wudao begitu antusias, bahkan mau mengantar Han Lang langsung ke penjual. Sungguh membuat orang heran.
Tak lama kemudian, Zong Wudao muncul di samping Han Lang, melirik ke kanan-kiri, lalu berkata, “Kalau sudah siap, ayo kita berangkat.”
Han Lang mengangguk. Ia melihat Zong Wudao memunculkan kolom alamat, mengetikkan sebuah alamat, lalu menyalinnya dan memberikannya pada Han Lang.
“Hafalkan ini, lain kali kamu bisa sendiri pergi mencari Lao Mo,” kata Zong Wudao.
Han Lang dan Zong Wudao lalu mengaktifkan mode perpindahan, satu di depan satu di belakang, menuju markas Si Penguliti.
Han Lang terkejut, ternyata markas ini bukanlah dunia virtual, melainkan dunia nyata. Ia dan Zong Wudao telah berwujud menjadi robot berjalan, dan jaringan gelap langsung terhubung ke terminal data robot itu. Dengan cara ini, walau terpisah jutaan tahun cahaya, Han Lang dan Zong Wudao bisa hadir secara fisik di hadapan satu sama lain.
Han Lang penasaran melihat sekeliling. Tempat tinggal Si Penguliti ternyata tak seberapa, hanya sebuah kapal industri kecil yang tampak usang bertengger di atas gurun batu. Di atasnya ada pelindung energi, dan di sekitarnya banyak tumpukan kecil, yakni senjata dan peralatan yang diambil dari mayat, dilempar sembarangan menjadi gunung kecil.
Tidak tampak satu pun manusia di markas itu, hanya beberapa robot. Kebanyakan robotnya beroda rantai, penuh karat, entah sudah berapa lama tak dibersihkan. Ada yang kehilangan mata, ada yang tangannya putus, sangat banyak yang kondisinya menyedihkan.
Sekitar markas juga penuh bangkai robot, dibongkar dan ditumpuk sembarangan. Di tanah berserakan banyak alat berlumur minyak hitam.
Han Lang melihat ke tubuhnya sendiri. Wujud robotnya cukup menarik, berbeda dari robot beroda rantai yang paling banyak di sana. Robot yang dikendalikan Han Lang lebih menyerupai manusia, punya dua kaki dan dua tangan, pembuatan serta bahan logamnya juga jauh lebih canggih.
Ia menggerakkan jari-jarinya, mencoba melompat dua kali. Ia melirik ke arah Zong Wudao. Lelaki itu kini juga telah menjadi robot, di kepala robotnya ada layar yang menampilkan wajah tua Zong Wudao yang dingin itu.
Zong Wudao berkata dengan bangga, “Bagaimana? Belum pernah lihat robot kan? Benda ini adalah tabu terbesar di galaksi. Siapa pun yang memakai robot cerdas, dihukum mati! Memperbaiki robot, mati! Membuat robot, seluruh keluarga dihukum mati! Aku percaya padamu makanya membawamu ke Lao Mo. Kalau sampai ketahuan orang lain, kau harus siap dikubur hidup-hidup.”
Han Lang mengangguk, lalu bertanya heran, “Robot melanggar hukum galaksi? Memang aku belum pernah berurusan dengan robot, tapi film tentang robot sudah sering kutonton.”
Zong Wudao menjawab serius, “Segala sesuatu yang berhubungan dengan kecerdasan buatan adalah tabu besar bagi Aliansi Galaksi. Mereka sangat takut pada kekuatan AI, khawatir suatu hari robot akan memberontak melawan manusia, maka semua riset robot dilarang keras.”
Markas Lao Mo, si Penguliti, berada di tepi sebuah ngarai, ada jembatan besi tua yang bergoyang menuju seberang.
Zong Wudao memandang ke padang luas di seberang ngarai, suara beratnya berkata, “Di sanalah dulu jadi medan utama perang antara Kekaisaran Bambu Ungu dan Republik Loran. Lebih dari dua puluh juta prajurit berkekuatan super bertempur mati-matian di sini. Perang berlangsung satu tahun tujuh bulan, darah mengalir seperti sungai, mayat menumpuk di mana-mana!”
“Akhirnya, kedua negara besar itu sama-sama melepaskan senjata nuklir super, membunuh semua prajurit, tak peduli kawan atau lawan! Kebiadaban pertempuran itu sungguh di luar nalar.”
“Setelah ledakan nuklir super, planet ini pun menjadi zona terlarang manusia. Indeks radiasinya rata-rata mencapai tujuh puluh enam ribu. Terutama di padang gurun di depan sana, itu inti medan perang, indeks radiasinya menembus lima juta! Siapa pun, bahkan seorang dewa perang, takkan bisa bertahan dalam radiasi sekuat itu!”
Han Lang bertanya heran, “Kalau radiasinya setinggi itu, bagaimana Lao Mo si Penguliti bisa hidup di sini?”
Zong Wudao hanya melambaikan tangan dengan santai, “Nanti setelah bertemu dengannya, kamu akan mengerti. Lao Mo sama sekali bukan manusia.”